![]() |
| ILUSTRASI. Cuaca ekstrem |
Peringatan tersebut ditujukan khususnya kepada nelayan, pengguna transportasi laut, hingga masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Sultra agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Gabriella Larasati mengatakan kondisi cuaca laut dipengaruhi pola angin yang umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar 2 sampai 20 knot.
"Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 Knot atau 6 Skala Beaufort di Perairan Wakatobi bagian timur dan Laut Banda Timur Wakatobi," kata Gabriella di Kendari, Rabu.
Gelombang Sedang Berpotensi Terjadi di Wakatobi dan Laut Banda
Berdasarkan analisis BMKG, potensi gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan mulai terjadi pada 6 hingga 7 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 Wita.
Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi:
- Perairan Wakatobi
- Laut Banda Timur Wakatobi
Sementara untuk periode 7 hingga 8 Mei 2026, potensi gelombang sedang masih terjadi di wilayah yang sama dan mulai meluas ke beberapa perairan lainnya.
Daerah yang berpotensi terdampak antara lain:
- Perairan Wakatobi
- Laut Banda Timur Wawonii
- Laut Banda Timur Wakatobi
Wilayah Terdampak Meluas pada 8-9 Mei 2026
BMKG memperkirakan wilayah terdampak gelombang sedang akan semakin meluas pada periode 8 hingga 9 Mei 2026.
Beberapa wilayah perairan yang diprediksi mengalami gelombang hingga 2,5 meter meliputi:
- Perairan Utara Wawonii
- Laut Banda Timur Wawonii
- Perairan Buton
- Perairan Wakatobi
- Laut Flores Selatan Buton
- Perairan Baubau
- Teluk Bone Barat Kabaena
- Laut Banda Timur Wakatobi
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal tongkang, maupun transportasi laut berukuran kecil.
BMKG Imbau Masyarakat Pantau Informasi Cuaca
BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca maritim dan informasi pelabuhan sebelum melakukan aktivitas di laut.
"Masyarakat juga diingatkan untuk terus memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca pelabuhan dan wilayah perairan melalui laman resmi BMKG agar tetap berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut," tambah Gabriella.
Selain itu, nelayan dan operator transportasi laut diimbau memperhatikan kondisi angin dan tinggi gelombang sebelum berlayar guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Peringatan dini gelombang tinggi ini menjadi penting mengingat sebagian wilayah pesisir di Sulawesi Tenggara masih sangat bergantung pada aktivitas pelayaran dan perikanan sebagai penunjang ekonomi masyarakat.
.webp)
